Pages

Rabu, 26 Maret 2014

213. NASIHAT ULAMA BUAT PEKERJA DAKWAH




 Darul Uloom Zakariyya, Afrika selatan
Bulan September yang lalu, berlangsung jord di Darul Uloom Zakariyya, Afrika Selatan. Berikut perkongsian daripada Dul Salam di group Kargozari Dakwah pada tanggal 17 Oktober 2013.

Advices of our esteemed Elders to the Old Workers/ Nasihat Para Masyaikh kepada Kharkon Lama:
1. "Imaan banega Dawat se, pakegaa Qurbaani se, bachegaa Maahol se aur fhelegaa Hijrat se" (Imaan will be made by giving Dawat, it will ripen by giving sacrifices, it will be safeguarded by creating a conducive environment and it will spread through movement and migration).
Iman akan terbentuk/meningkat dengan cara da'wah, Iman akan matang dengan pengurbanan, Iman akan terjaga dengan membuat lingkungan yang kondusif dan Iman akan menyebar melalui pergerakan dan hijrah.

2. "Dunya ke kaam me asal haw jaana he (jaw bhe kare koi haraj nahe, haw jaanaa asal he) Aur Deen ke kaam me khood karna asal he, haaw jaanaa kaafee nahee he" ie: in worldly things, the main thing is the work must get done, no matter who does it, but in Deeni work: you have to do it yourself!!! If others do it, it is not sufficient!!! You have to do it yourself!!!
Dalam urusan dunia, hal terpenting adalah bagaimana suatu pekerjaan bisa dikerjakan dan beres, tidak peduli siapa yang mengerjakannya, akan tetapi dalam usaha agama, kamu mesti melakukannya sendiri, jika orang lain mengerjakannya, itu tidak cukup! Kamu mesti mengerjakannya sendiri!! 

3. "Dunyawalo ki nazar me Kaarguzaari pasand aajana asal nahi hai balke Allah ki nazar me pasand aajaana asal ha " (For ones kaarguzaari to be pleasing to the people of the world is not the actual purpose, the actual thing is for it to be pleasing to Allah Ta'ala).
Bagi siapa yang memberikan laporan/karguzari untuk menyenangkan manusia di dunia ini, maka ketahuilah bahawa ini bukan tujuan yang sebenarnya, maksud terpenting adalah untuk menyenangkan Allah subhanahu wa ta’ala.

4. "Kaam ki hifaazat apni jawan ladki se zyada karo" (Protect the work more than you would protect your youngest child).
Jagalah kerja da'wah ini lebih dari kamu menjaga anak terkecilmu!

5. “Allah say Kaam ki Basirath maangna chahiye” (We should ask Allah for understanding of the work).
Kita mesti selalu berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar diberi kefahaman tentang Usaha Da'wah ini.

6. "Raahato se kufr felta hai aur Takleefo se Islam felta hai" (Kufr spreads through ease and comfort and Islam spreads through difficulties and sacrifice).
Kekafiran menyebar melalui kelezatan dan kemudahan dan ISLAM menyebar melalui kesusahan-kesusahan dan pengurbanan. 

7. "Saadghi Sunnat ki taraf le jaati hai aur fashion Haraam ki taraf le jaata hai" (Simplicity leads a person towards the Sunnah whilst fasion leads a person towords Haraam).
Kesederhanaan akan membawa seseorang kepada Sunnah, sedangkan mengikuti model/fashion akan membawa manusia kepada hal-hal yang diharamkan.

8. “Jahalat ka muqaabla Akhlaq say karo” (Combat ignorance with good character).
Lawanlah kejahilan degan akhlaq yang baik.

9. “Burai ko Bhalai say duur karo” (Eradicate evil by means of adopting goodness).
Hapuskan kejahatan dengan mengamalkan kebaikan-kebaikan.

10. “Ye Kaam wasila hai, asal Kaam Sunnat aur Shariah pay chalna hai, jaisay Wuzu wasila hai Namaz ka” (The work of Tabligh is a means, while the important work is to follow the Sunnah and Shariah, just as doing Wudhu is a means for performing Salaah).
Kerja da'wah Tabligh adalah alat, sedangkan intinya adalah bagaimana kita mengamalkan Sunnah dan Syariat dalam hidup kita, seperti halnya Wudhu sebelum shalat, merupakan alat atau sarana/syarat untuk mengerjakan shalat.

11. “Kaam may Quality hona chahiye, Quantity nahi” (There should be quality in work, not quantity)
Kerja da'wah mesti memperhatikan kualitas dan bukan jumlah/kwantiti. 

12. “Deen may jitni Khobi paida ki jaasakti hai, karna chahiye” (We should try to achieve the highest possible level in Deen).
Kita mesti mencoba untuk mencapai makom tertinggi di dalam agama ini.

13. “Apnay sathi kay andar Sifaat lana, bahut bari zimmedaari hai” (Instilling noble qualities in our Saaties is a very great responsibility).
Mencoba untuk menanamkan sifat-sifat yang mulia secara bertahap pada para pekerja da'wah kita adalah merupakan tanggung jawab kita dalam kerja ini.

14. “Jiskay paas Taqwa hai, unka kaam Khubool hoga” (Who has fear of Allah, only their work is accepted).
Siapa yang memiliki rasa takut kepada Allah, maka kerja merekalah yang akan diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

15. “Wasail ko ikhtiyaar karna hai taakay Asal tak pahunch jaaye, agar Wasail may hi pas jayengay toh phir Deen ek Rasam banjayega, jo sirf dikhanay kay khabil hoga” (We should adopt means (the effort of Tabligh) to reach the target (following the Sunnah and the Shariah), if we just follow means, then Islam will become ritual, which will just be for showing others)
Kita mesti gunakan kerja Tabligh ini sebagai sarana untuk mencapai Target, yaitu mengikuti Sunnah dan Syariat, jika kita hanya mengikuti sarana/alat maka Islam akan hanya menjadi ritual/kebiasaan yang hanya bertujuan untuk ditunjuk-tunjukan kepada orang lain.

16. “Hamaray pass Sachai hai, dikhawa nahi, isi ki Insha-Allah Allah tareef karega” (We have the truth, not showing off. Allah Ta’ala will Insha-Allah praise this).
Kita mempunyai kebenaran (keihlasan) dan bukan untuk pamer, maka Allah subhanahu wa ta’ala akan menghargai perkara ini.

17. “Kaam phaylana alag hai, aur Jaan padna alag hai, hamay Kaam may Jaan chahiye. Hazrat Muaawiya radhiallahu Anhu kay zamanay may Deen khoob phela, lekin Umar radhiallahu anhu kay zamanay may Jaan thi. Hamaray kaam may Jaan ho” (Spreading the work is a different thing and developing potential in the work is a different thing. In the time of Hazrat Muaawiya radiallahu anhu, Islam spread very much. But in the time of Umar radiallahu anhu there was potentiality. We need potential in the work).
Menyebarkan dan mengembangkan potensi kerja ini adalah 2 perkara yang berbeda, di zaman Hazrat Muawiyah radhiyallahu ‘anhu, Islam menyebar dengan hebat, tapi di zaman Hazrat Umar radhiyallahu ‘anhu terdapat potensi. Kita memerlukan potensi dalam kerja ini.

18. “House may Paani jaha say jaata hai, waha Mehnat karna chahiye” (The place where water leaks from the tank, we have to work on that part).
Di mana tempat yang ada kebocoran air dari dalam tangki air maka kita mesti bekerja pada bagian ini.

19. “Doh mahinay isliye hai, ke sathi apna Kaam Basirath kay sath karay” One should spend two months in the Markaz, so that one can do the work with understanding).
Seseorang mesti melapangkan waktu 2 bulan di markaz (Nizamuddin) sehingga dia bisa melakukan kerja dengan kefahaman.

20. “Doh mahinay Dawat aur Khidmat kay liye hai” (The two months are for giving Dawah and to serve).
2 bulan di Markaz Nizamuddin adalah untuk memberi da'wah dan khidmat.

21. “Yaha loug Kaam samajnay aatay hai, toh unko samhalnay waalay chahiye” (People come here to understand the work, so we need people to serve them).
Orang-orang datang kemari (Markaz Nizamuddin) untuk belajar memahami kerja ini, maka kita memerlukan orang-orang yang melayani mereka (khidmat).

22. “Jab logoun ko Kaam samjao gay, toh nusrath paida hogi Deen ki” (When you will teach the people about the work of Tabligh, then they will also help in serving the Deen).
Bila kamu mengajarkan orang lain tentang kerja da'wah tabligh, maka mereka juga akan membantu berkhidmat kepada agama. 

23. “Kaam waha accha hoga jaha koi poochnay wala nahi” (The work will be done better there, where people don’t even ask you).
Kerja ini akan dikerjakan dengan lebih baik di sana di mana tidak seorang pun meminta kamu untuk mengerjakannya.

24. “Mehnath maqsad kay liye hoti hai, Mehnath mehnath kay liye nahi hoti. Tabligh chalnay phirnay kay liye nahi, Deen ko zindagi may laanay kay liye hai” (The work is done to achieve a purpose; work is not done just because we have to work. Tabligh is not just for moving here and there, it is to bring Deen in our lives).
Kerja ini dikerjakan untuk mencapai tujuan, kerja ini bukan dikerjakan hanya kerana kita mesti mengerjakannya. Tabligh bukan cuma bergerak kesana kemari.

25. “Kaam ho na ho, Ummat phatna nahi chahiye” (Even if the work of Tabligh is not done, one shouldn’t divide the Ummah).
Bahkan jika kerja Tabligh tidak dikerjakan/beres, seseorang tidak boleh memecah belah Ummat.

26. “Bayroon ka safar Shouk kay liye math karo, warna Jamath tut jaye gi” (Do not travel to foreign countries just for interest sake, else the Jamaat will break up).
Jangan bersafar ke negeri jauh/luar negeri untuk tujuan kepentingan tertentu, kalau begini tujuannya maka Jamaah akan pecah.

27. “Suin laakon logon ko kapra pehna ti hai, lekin khud nangi hoti hai” (A needle helps in clothing hundreds of thousands, but it itself is naked) (Practice what you preach)
Sebuah Jarum menolong untuk memberi pakaian kepada ratusan bahkan ribuan orang, tetapi dia sendiri telanjang (Maksudnya, kerjakan apa yang kamu da'wahkan ke orang, jangan macam jarum tadi).

Hazrat Moulana Muhammad Yusuf Kandhalwi Sahib (rahmatullah ‘alaih) once said: “The custom and shape of Deen is present in Muslims today. The aim of this Tableeghi struggle is that the spirit and reality of Deen may come in them. Scattered parts of the Deen are present in them. Our objective is that complete Deen may come in them in its proper form and totality…”
Syaikh Yusuf Kandahlawi rahmatullah ‘alaih Berkata: "Kebiasaan dan adat agama Islam dalam diri Ummat ini sudah ada. Tujuan kerja Tabligh adalah untuk berjuang agar semangat dan hakikat agama Islam masuk ke dalam Ummat. Bagian-bagian agama yang tercecer nampak dalam diri Ummat ini. Tujuan kita adalah bagaimana agama yang sempurna datang dalam diri Ummat dalam bentuk yang utuh dan menyeluruh". 

Once Hazrat Moulana Muhammad Ilyas Sahib rahmatullah ‘alaih said: “..Until your nights are not colored by the color of the nights of the Companions (Sahaba) radhiyallahu ‘anhu., the efforts you make in the day will not bring forth any color”
Syaikh Ilayas rahmatullah ‘alaih berkata:".. Bila malam-malammu belum berwarna seperti mana warna malam-malam para shahabat R.Hum, usaha yang kamu buat di siang hari tidak akan membawa perubahan warna ..."

Hazratjee Moulana In'aamul Hasan Sahib (rahmatullah ‘alaih) said: "A'amaale Dawat Yahee He Aur Yahee Rahenge” (the Aamaal of Dawat are what we currently have and that's how it will always remain) i.e.: the Usools of Dawat are those that were outlined by Hazrat Moulana Ilyaas Sahib, Hazrat Moulana Yusuf Sahib & Hazrat Moulana In'aamul Hasan Sahib (rahmatullahi ‘alaihim) and it will remain the same with no change.
Hadratji Syaikh In'amul Hasan rahmatullah ‘alaih berkata:"Kerja da'wah ini yang kita kerjakan sekarang, akan terus seperti ini" (yaitu Usul-usul da'wah yang telah diberikan/jabarkan oleh Syaikh Ilyas rahmatullah ‘alaih, Syaikh Yusuf rahmatullah ‘alaih dan Syaikh In'amul Hasan, akan terus sama dan tidak berubah).

(Di Terjemah dari "Advices of our esteemed Elders to the Old Workers" published by Darul Uloom Zakariyya setelah Jord Ulama dan Kharkon Lama bulan Sep 2013 di Darul Uloom Zakariyya, Afrika Selatan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar