Pages

Minggu, 07 Juli 2013

153. UMAT AKHIR ZAMAN DAN KEMULIAANNYA




 http://irfanirsyad.wordpress.com/tag/akhir-zaman/

Nabi Musa ‘alaihi salam ingin jadi umat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
Abul Laits As Samarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dan Muqatil bin Sulaiman berkata : 
Nabi Musa ‘alaihis salam bermunajat : Ya Rabbi, aku mendapatkan dalam alwaah, ada suatu umat yang dapat memberi syafaat dan akan diterima syafaat mereka. Jadikanlah mereka umatku. Jawab Allah subhanahu wa ta’ala: Mereka umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam
Ya Rabbi, aku dapatkan juga umat yang tebusan dosa mereka cukup dengan sembahyang lima waktu, jadikanlah mereka umatku. Jawab Allah subhanahu wa ta’ala: Mereka umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam 
Ya Rabbi, aku dapatkan juga ada umat yang akan membasmi kesesaatan sehingga mereka akan membunuh Dajjal yang bermata sebelah. Jadikan mereka umatku. Jawab Allah subhanahu wa ta’ala: Mereka umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam 
Ya Rabbi, juga aku dapatkan ada umat yang kesucian mereka dengan air dan tanah, jadikanlah mereka umatku. Jawab Allah subhanahu wa ta’ala: Mereka umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam 
Ya Rabbi, juga aku dapatkan ada umat yang boleh menerima sedekah dan memakannya, padahal umat-umat yang dahulu harus dibakar dengan api. Jadikan mereka umatku. Jawab Allah subhanahu wa ta’ala: Mereka umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam 
Ya Rabbi, juga aku dapatkan ada umat yang bila seorang niat akan membuat kebaikan dan tidak jadi berbuat dicatat satu hasanah (kebaikan), lalu bila dikerjakan ditulis sepuluh hasanah, dan dapat dilipat gandakan hingga tujuh ratus lebih, dan bila niat kejahatan tidak ditulis, dan jika dikerjakan kejahatan itu ditulis hanya satu. Jadikan mereka umatku. Jawab Allah subhanahu wa ta’ala: Mereka umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam 
Ya Rabbi, juga aku dapatkan ada umat yang tujuh puluh ribu orang dan mereka akan masuk syurga tanpa hisab, jadikan mereka umatku. Jawab Allah subhanahu wa ta’ala: Mereka umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam 
Ya Rabbi, aku juga mengetahui akan suatu umat yang merupakan sebaik-baik umat kerana mereka melakukan amar makruf dan nahi munkar, jadikanlah mereka umatku. Jawab Allah subhanahu wa ta’ala: Mereka umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam 
Ya Rabbi, juga aku dapatkan ada umat yang terakhir masanya, tetapi terdahulu di hari kiamat, jadikan mereka umatku. Jawab Allah subhanahu wa ta’ala: Mereka umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam 
Ya Rabbi, juga aku dapatkan ada umat yang kitab Allah itu di dalam dada mereka (hafaz) tetapi mereka membacanya sambil melihat, jadikan mereka umatku. Jawab Allah subhanahu wa ta’ala: Mereka umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam 
Sehingga Nabi Musa ‘alaihis salam ingin menjadi umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Lalu Allah menurunkan wahyu kepadanya: Ya Musa, Aku telah memilih engkau dan semua manusia untuk menerima risalah-Ku dan firman-Ku maka terimalah apa yang Aku berikan kepadamu, dan jadilah dari golongan orang- orang yang bersyukur.
(Dan dari kaum Nabi Musa ‘alaihis salam ada orang-orang yang memimpin umat ke jalan yang hak, dan dengan hak itu mereka berlaku adil). Maka Nabi Musa ‘alaihis salam berpuas hati dengan jawapan Allah subhanahu wa ta’ala ini serta redha. 
KETERANGAN : Saudaraku sekalian, di sini kita dapat lihat betapa tingginya derajat kita di sisi Allah subhanahu wa ta’ala sehinggakan seorang Nabi yang tinggi darajatnya ingin jadi seperti kita. Namun adakah kita pernah berbangga dengan keistimewaan ini? Pernahkah kita mengucapkan ucapan syukur kepada-Nya karena Allah telah menjadikan kita umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ? Maka jika kita tidak pernah mengucapkannya, marilah sama-sama kita mengucapkan
"Alhamdulillah Ya Rahman Ya Rahim" . 
Sesungguhnya Allah pernah berfirman, "Barangsiapa yang bersyukur atas nikmat-KU, maka Aku akan menambahkan nikmat baginya". Subhanallah...
Kelebihan umat Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam
Bersyukur kita ke hadrat ALLAH subhanahu wa ta’ala karena kita masih diberikan peluang dan ruang untuk kita berada di bulan Ramadhan dan mengamalkan sebanyak bayaknya ibadah, kebajikan, kebaikan yang dapat kita lakukan. 
Sesungguhnya apabila tiba bulan Ramadhan, kita digalakkan untuk senantiasa mengucapkan salam Ramadhan kepada rekan-rekan kita dimana saja saudara kita berada. Ini karena Ramadhan hanya datang setahun sekali dan kita tidak tahu apakah kita masih sampai ke Ramadhan pada tahun berikutnya, atau kita ditakdirkan oleh ALLAH subhanahu wa ta’ala untuk mengakhiri Ramadhan kita di tahun ini. 
Kita berdoa kepada ALLAH subhanahu wa ta’ala supaya disampaikan kita kepada Ramadhan yang akan datang supaya bulan yang penuh dengan rahmat dan keampunan ini dapat kita capai semaksimal mungkin selagi diizinkan oleh ALLAH subhanahu wa ta’ala. InsyaALLAH. 
Ada 5 Kelebihan sebagai Umat akhir zaman, Umat Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam
PETAMA : kita adalah sebagai Umat AKHIR zaman... 
Allah subhanahu wa ta’ala telah memilih kita sebagai umat akhir zaman dimana tiada umat lain yang akan dijadikan oleh ALLAH selepas kita.
Walaupun begitu, pada hari akhirat di padang mahshar kelak, Allah akan menyusun semua umat manusia dari zaman nabi Adam hingga ke zaman nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam mengikut shaf-shaf dan ALLAH telah memilih umat nabi Muhammad s.a .w untuk berbaris di saf yang pertama walaupun umat nabi Adam yang merupakan umat pertama dijadikan oleh ALLAH subhanahu wa ta’ala.
Ini menunjukkan betapa kasih dan sayangnya ALLAH kepada umat Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam karena Allah tidak mau umat nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam berada terlalu lama di padang mahsyar. 
Coba bayangkan berapa lama umat manusia akan berada di padang Mahsyar karena beribu juta tahun manusia dihisab seorang demi seorang oleh ALLAH subhanahu wa ta’ala dan ALLAH subhanahu wa ta’ala telah memilih Umat nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam untuk dihisab terlebih dahulu berada di barisan pertama.. . 
KEDUA : Pahala yang berlipat ganda.
Kebaikan yang Umat nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam lakukan akan dibalas dengan berlipat ganda. 1 amalan dibalas dengan 10 kebajikan. MasyaALLAH.. begitu sayang ALLAH subhanahu wa ta’ala kepada umat nabi Muhammad dibanding dengan umat-umat yang terdahulu. Malahan, 1 kesalahan yang dilakukan akan dibalas dengan satu dosa yang setimpal. Sungguh kasih ALLAH subhanahu wa ta’ala kepada kita yaitu umat Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam.
KETIGA : Syafaat Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam
Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam merupakan satu-satunya nabi yang dapat memberi syafaat atau pertolongan hanya kepada umatnya di akhir zaman kelak. Begitu beruntungnya kita sebagai umat nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam. Umat yang terdahulu tidak mempunyai pembela, penolong dan sebagainya tetapi Umat Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam diberikan keistimewaan oleh ALLAH subhanahu wa ta’ala untuk menerima syafaat oleh Nabi junjungan kita Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam. Namun kini berapa banyak yang malu untuk mengaku sebagai seorang Islam. Berapa banyak yang malu untuk mengaku kita kasih dan sayang kepada Nabi junjungan kita nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam
KEEMPAT : Penangguhan siksaan di dunia 
Umat nabi muhammad shallallahu’alaihi wasallam tidak akan disiksa atau di jatuhkan hukuman oleh ALLAH sehingga tiba hari akhirat kelak. Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam telah memohon kepada ALLAH supaya memberikan peluang kepada Umatnya sehingga hari pembalasan untuk bertaubat kepada ALLAH terhadap kesalahan yang dilakukan. Kita tahu bagaimana keadaan umat terdahulu yang dihancurkan oleh ALLAH subhanahu wa ta’ala diatas muka bumi karena kesalahan yang dilakukan, namun bagi umat akhir zaman, peluang diberikan oleh ALLAH selama nyawa tidak berpisah dengan jasad, umat nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam masih boleh memohon keampunan kepada ALLAH subhanahu wa ta’ala. Begitu besar keistimewaan kita sebagai umat nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam
KELIMA : Malam Lailatul Qadar 
Umat nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam merupakan satu-satunya umat yang diberikan oleh ALLAH satu malam yang menyamai 1000 bulan yaitu malam lailatul qadar. SubhanALLAH. maha suci ALLAH yang maha pengasih dan penyayang kepada kita. Diberikan kita peluang yang sangat banyak dan tidak ternilai harganya untuk kita kumpulkan sebagai bekalan di akhirat kelak. Betapa beruntungnya kita digelar Umat nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam
Kita telah ketahui bersama bagaimana satu kisah berkaitan dengan Nabi yang digelar kalimULLAH... (nabi yang dapat berkata-kata dengan ALLAH subhanahu wa ta’ala) yaitu nabi Musa ‘alaihis salam, sebagaimana kisah tersebut di atas. Kita Ringkas lagi kisahnya :
Nabi Musa ‘alaihis salam bertanya kepada ALLAH subhanahu wa ta’ala: “Adakah akan wujud satu umat yang lebih baik dari umat ku ini Ya ALLAH?" 
ALLAH menjawab : "Ya", 
Nabi Musa ‘alaihis salam berkata lagi : ”jika begitu Ya ALLAH, aku memohon kepadaMU untuk mejadi nabi bagi umat yang terbaik itu.” 
ALLAH subhanahu wa ta’ala menjawab : "AKU telah memilih nabi yang bakal menjadi ketua bagi umat ini". 
Nabi Musa ‘alaihis salam berkata : "Kalau begitu Ya ALLAH, cukuplah bagi aku untuk menjadi salah seorang daripada umat yang terbaik itu". 
ALLAH subhanahu wa ta’ala menjawab : "AKU telah memilih siapakan yang akan menjadi umat terbaik ini." SubhaNALLAH . 
Memang kita tidak meminta untuk menjadi umat akhir zaman namun ALLAH subhanahu wa ta’ala telah MEMILIH kita untuk menjadi umat terbaik. Malahan permintaan nabi Musa ‘alaihis salam ditolak oleh ALLAH subhanahu wa ta’ala.
Maksud Hidup Umat Akhir Zaman
Sebuah benda jika tidak digunakan sesuai dengan maksud yang menciptakannya, maka benda ini tidak berguna dan lama-lama akan rusak. Begitu juga manusia, tidak ada gunanya dan akan rusak jika tidak sesuai dengan maksud penciptaannya. Yang mengetahui maksud hidup manusia, bukanlah isterinya, anaknya, ayahnya, pemerintahnya dan sebagainya. Mengapa ? Karena mereka tidak mempunyai andil dalam penciptaan manusia.
Maksud hidup manusia adalah :
1. Manusia diciptakan untuk ibadah
“Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia, melainkan (hanya untuk) beribadah.” (QS. Adz Dzariyat : 56 )
2. Manusia untuk menjadi khalifah
“Sesungguhnya Aku akan menjadikan di muka bumi ini khalifah (manusia)” (QS. Al Baqarah : 30 )
3. Manusia untuk ber’amar ma’ruf nahi mungkar dan sebagai naibnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
“Kalian adalah sebaik-baik ummat yang dikeluarkan untuk manusia, yaitu untuk ber’amar ma’ruf dan nahi mungkar dan beriman kepada Allah” (QS. Ali Imran : 110)
Jika manusia berhasil mewujudkan maksud hidupnya, maka akan dijadikan raja-raja di Jannah/Surga. “Jika kamu melihat Jannah seolah-olah adalah kenikmatan dan kerajaan yang besar” (QS. Al Insan : 20).
Keperluan hidup manusia adalah :
1. Makan Minum
2. Rumah
3. Kendaraan
4. Pakaian
5. Pernikahan
Para sahabat Nabi keperluannya rendah tetapi maksud hidup tinggi. Sementara kita memiliki keperluan tinggi tetapi maksud hidupnya rendah. Keseharian kita hanya memikirkan bagaimana mendapatkan keperluan, tetapi para sahabat berpikir untuk selalu mengorbankan keperluan untuk mendapatkan maksud hidup.
Perbedaan orang beriman dengan orang kafir dalam menggunakan keperluan dan maksud hidup adalah :
1. MAKAN MINUM
Orang kafir : Makan dan minum untuk kesehatan dan kekuatan sebagaimana kaum A’ad sehingga mereka berkata :
“Siapakah yang lebih kuat daripada Kami ……?”(QS. Fushsihlat : 15)
Orang beriman :
Makan Minum untuk beribadah agar bisa berdiri shalat dan mengerjakan ibadah lainnya. Jika makan dengan cara adab sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka akan diberi pahala oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
Makan Minum untuk Khalifah adalah agar bisa berkhidmat kepada sesama. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “jika kalian mengangkat beban saudaramu ke punggung kudanya, maka akan dihitung sedekah, jika kalian mengisi ember saudaramu dengan air maka dihitung sedekah”
Makan Minum untuk dakwah, suatu jamaah diantar ke suatu rumah di Pakistan maka dihidangkan kepadanya air yang rasanya asin. Karena jamaah berniat dakwah maka Amir(sebutan untuk pemimpin jamaah) mengatakan, “Habiskan air asin tadi”.
Setelah jamaah pulang isteri pemilik rumah terlihat pucat, suaminya bertanya, “ada apa?”
Isterinya berkata,”Aku salah memasukkan gula ternyata aku memasukkan garam ke air minum mereka, bagaimana keadaan mereka?”
Suaminya berkata.”Tidak masalah, mereka biasa saja bahkan tampak senang.”
Isterinya berkata,”kalau begitu bapak harus ikut mereka karena mereka bukan orang biasa tetapi seperti malaikat yang berjalan-jalan di bumi.”

2. PAKAIAN
Orang kafir : tujuan menggunakan pakaiannya seperti burung merak yaitu untuk menarik lawan jenis dan untuk dipuji-puji.
Orang beriman :
Untuk Ibadah yaitu menutup aurat karena malu kepada Allah.
Untuk Khalifah yaitu untuk melayani umat sebagaimana kisah Hasan radhiyallahu ‘anhu cucu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau memakai pakaian mahal sehingga seorang Yahudi datang kepadanya dan berkata, “Ya Hasan, benarkah engkau cucu Rasulullah ?”
Hasan radhiyallahu ‘anhu menjawab,”Ya, Kenapa ?”
Kata si Yahudi, “mengapa engkau menyelisihi kakekmu dengan berpakaian mewah padahal dunia adalah penjara bagimu dan surga bagi orang kafir?”. Si Yahudi melanjutkan, “kini kau lihat, aku berpakaian compang camping sementara kamu seperti di Surga?”
Hasan radhiyallahu ‘anhu berkata,”Wahai Yahudi, seandainya kamu tahu pakaian apa yang akan kamu dapatkan di neraka, niscaya kamu akan memakai pakaian paling mewah di dunia ini karena tak merasakan lagi di akhirat. Aku memakai pakaian bagus ini agar orang miskin tahu kalau aku orang kaya agar mereka tak sungkan-sungkan meminta sedekah kepadaku.”
Untuk Dakwah, dengan pakaian yang digunakan orang akan mendapat hidayah dan ingat kepada Allah. Itulah sebabnya orang beriman mencontoh pakaian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat.
3. RUMAH
Orang kafir :
Rumah untuk kesombongan dan fungsinya hanya untuk restoran (untuk tempat makan keluarga), hotel (tempat tidur/istirahat) , WC (tempat buang air), gallery (tempat menyimpan barang-barang mewah), bioskop mini (tempat nonton TV keluarga), gedung pertemuan keluarga.
Orang beriman:
Untuk ibadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Shalatlah kamu (shalat sunnah) di sudut-sudut rumah kamu niscaya rumah kamu akan dipandang oleh penduduk langit bercahaya sebagimana kamu memandang bintang-bintang di langit.”
Untuk Khalifah, yaitu melayani ummat sebagaimana hadits yang menunjukkan bahwa hak tamu untuk dilayani adalah tiga hari, setelah hari ketiga maka dihitung sedekah.
Untuk Dakwah, yaitu bagaimana orang masuk ke rumah kita mendapat hidayah sebagaimana rumahnya Fatimah binti Khaththab. Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu masuk ke rumahnya langsung mendapat hidayah, mengapa ? karena di dalam rumah hidup amalan masjid yaitu dakwah, ta’lim, ibadah dan khidmat.
4. KENDARAAN
Orang kafir :
Menggunakan kendaraan hanya untuk menyelesaikan urusan dunia saja, juga sebagai kesombongan dan status sosial.
Orang beriman :
Untuk Ibadah, seperti dipakai untuk pergi ke Masjid, silahturahmi dan lain-lain.
Untuk Khalifah, yaitu untuk melayani saudara muslimnya, dipinjamkan untuk hajat muslimin
Untuk Dakwah, yaitu untuk berjuang di Jalan Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “seseorang yang memelihara kuda untuk digunakan jihad maka semua makanan, kotoran dan kencingnya dihitung sebagai kebaikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,”ada tiga hasil orang memiliki kendaraan, yaitu:
(1) orang yang mendapatkan Surga dari kendaraannya karena digunakan di jalan Allah subhanahu wa ta’ala.
(2) mendapat neraka karena dipakai untuk bermaksiat kepada Allah.
(3) tidak memperoleh apa-apa di Akhirat karena hanya digunakan untuk keperluan dunia semata.”
5. PERNIKAHAN
Orang kafir :
Pernikahan mereka hanya untuk menyempurnakan nafsu saja dan mendapatkan keturunan.
Orang beriman :
Untuk Ibadah, sesuai sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “orang yang sudah menikah shalat 2 rakaatnya lebih baik dari pada 70 rakaat orang yang belum menikah.”
Untuk Khalifah, yaitu dengan memiliki isteri kita bisa berkhidmat kepada tetangga sebagaimana hadits, ”jika kamu masak, perbanyaklah kuahnya dan kirimkan kepada tetangga kamu.”
Untuk Dakwah, yaitu wanita/isteri dapat berdakwah sampai ke dapur-dapur tetangga kita, sedangkan laki-laki hanya sampai depan pintu saja. Kewajiban dakwah termasuk untuk wanita. Do’a-do’a wanita dalam dakwah sangatlah hebat melebihi do’a 70 wali Allah.
Sebagai umat Akhir Zaman, marilah kita berupaya menjadikan dakwah menjadi maksud hidup dan dengan harta dan diri kita bagaimana kita korbankan untuk menjadikan seluruh umat agar ambil bagian dalam usaha dakwah. Insya Allah bersedia…….

2 komentar: