Pages

Selasa, 12 Juni 2012

16. TEGAKNYA ISLAM HANYA DENGAN USAHA DAKWAH


Ketika Siti Khadijah radhiyallahu ‘anha menemui suaminya Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau (Khadijah radhiyallahu ‘anha) baru saja pulang dari rumah Waraqah bin Naufal. Ia menanyakan tentang tanda-tanda kenabian yang ada pada suaminya, pada saat itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerima wahyu ke-dua awal surah Al-Muddatstsir. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian bersabda kepada istrinya "Tidak ada waktu lagi untuk istirahat... Jibril ‘alaihis salam telah menyampaikan perintah Allah subhanahu wa ta’ala kepadaku agar aku menjumpai setiap orang untuk mengajaknya kepada Islam, wahai istriku siapakah orang yang akan mengikutiku". "Aku ya Rasulullah, aku mengimani bahwa Allah subhanahu wa ta’ala tiada tuhan selain Dia dan engkau adalah Rasulullah" Jawab Khadijah radhiyallahu ‘anha.
Demikianlah awal pengorbanan Rasulullah yang terus berlanjut hari demi hari tiada henti sehingga segala keperluan diri dihiraukan hanya untuk kemuliaan Islam, bagaimana ummatnya semua menerima Islam Dan selamat dari adzab api neraka. Hingga di akhir hayatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika ditemani oleh Jibril ‘alaihis salam yang datang untuk menghiburnya, Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya "bagaimana keadaan ummatku sepeninggalanku?". Inilah tanda tanggungjawab sebagai utusan Allah dan sayangnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada ummatnya, sehingga keadaan ummatnya saja yang terfikir hingga akhir hayatnya.
Menjelang akhir hayatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengirim satu jama'ah besar keluar kota Madinah dipimpin seorang panglima yang masih sangat muda, anak dari seorang bekas budak hamba sahaya yang kemudian menjadi anak angkat Beliau, yaitu Usamah bin Zaid radhiyallahu anhuma. Belum sampai ke tujuan Jama'ah tersebut mendapat berita tentang wafatnya Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Akhirnya diputuskan jama'ah tersebut kembali ke Madinah.
Di Madinatul Munawwarah keadaan pun sedikit kacau, karena begitu sedih dan bingung banyak dari sahabat radhiyallahu anhum yang tidak tahu harus berbuat apa pada saat itu. Umar radhiyallahu anhu menghunuskan pedang berkeliling sambil berkata tidak mungkin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat, Utsman radhiyallahu anhu hanya diam tidak tahu berbuat apa.. Sehingalah Abu Bakar radhiyallahu anhu, setelah menjenguk jasad Baginda shallallahu ‘alaihi wasallam, tampil ke depan menenangkan.
Singkat cerita... Usaha da'wah terhenti sebentar (dalam satu riwayat 7 hari), jama'ah yang dipimpin Usamah radhiyallahu anhu belum diberangkatkan. Apa yang terjadi? Alim ulama menerangkan ketika da'wah terhenti sebentar ada 3 perkara besar terjadi:
1.    Diangkatnya ketakutan dari hati orang kafir terhadap orang Islam
2.    Banyak orang yang baru masuk Islam kembali murtad dan sebagian tidak mau lagi membayar zakat.
3.    Munculnya Nabi palsu, Musailamah al Kadzdzab.
Tentara Romawi dan sekutu-sekutunya mengirim suatu kekuatan besar untuk membumi hanguskan Madinah dan seluruh orang Islam. Abu Bakar radhiyallahu anhu memutuskan untuk segera mengirim kembali jama'ah yang sempat tertunda untuk menghadapi tentara kafir dengan tetap dipimpin oleh Usamah radhiyallahu anhu. Ada sebagian sahabat yang merasa keberatan dan ingin agar Usamah radhiyallahu anhu dapat diganti dengan sahabat yang lebih berpengalaman tapi Abu Bakar radhiyallahu anhu berkata, "Belum lama jasad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dikebumikan, sekarang kalian hendak mengubah satu Sunnahnya"!
J
ama'ah tersebut tetap dipimpin oleh Usamah bin Zaid radhiyallahu anhuma. Semua sahabat yang tidak ada udzur diperintahkan untuk menyertai jama'ah tersebut. Kalifah Abu Bakar radhiyallahu anhu meminta kesediaan Usamah radhiyallahu anhuma untuk membolehkan beberapa sahabat tetap tinggal di Madinah untuk tugas-tugas lain. Khalid bin Walid ra. ditugaskan memimpin 500 orang untuk menghancurkan Musailamah al Kahzab, Umar radhiyallahu anhu ditugaskan memimpin 50 orang untuk menhadapi mereka yang tidak mau membayar zakat. Seorang sahabat lagi bertanya kepada Abu Bakar radhiyallahu anhu  berkata "Wahai Khalifah kalau semua kita menyertai jama'ah ini bagaimana keadaan kota Madinah yang di dalamnya ada Ummahatul mukminiin, istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam". Abu Bakar radhiyallahu anhu berkata,"Aku rela istri-istri nabi diserang musuh dan bangkainya dicabik-cabik serigala daripada agama dan usaha agama ini terhenti". Sehingga tinggallah di kota Madinah orang-orang tua dan wanita dan anak-anak.
Akhirnya Jama'ah tersebut diberangkatkan dengan dilepas sendiri oleh Khalifah Abu Bakar radhiyallahu anhu. Di Madinah, semua sahabat yang uzur diperintahkan untuk membuat 'amalan masjid. Mengisinya dengan Da'wah menjumpai orang-orang di Madinah yang keyakinannya goyah atau telah keluar dari Islam untuk dapat kembali kepada Islam. Mereka kemudian diajak ke Masjid Nabawi untuk duduk di dalam majelis dan dibangkitkan semangatnya kembali serta memperbanyak 'amal ibadah dan berdo'a memohon bantuan Allah subhanhu wa ta’ala. Sebagaian lagi diberi tugas untuk melayani tamu-tamu yang datang dan menyiapkan segala keperluan jama'ah masjid.
Dari usaha dan kerja di Masjid Nabawi tersebut alim ulama menerangkan terbentuk beberapa jama'ah da'wah yang dikirim ke kawasan yang berdekatan dengan Madinah, menjumpai setiap orang yang berada di kabilah terdekat untuk kembali kepada Islam dan Iman. Sehingga di dalam suatu riwayat selama tiga hari-tiga malam di kota Madinah tidak terdengar suara adzan.
Kembali kepada Jama'ah yang dipimpin oleh Usamah bin Zaid radhiyallahu anhuma. Selama perjalanan untuk menghadapi tentara kafir mereka telah berhenti beberapa kali. Alim ulama menerangkan bahwa Usamah radhiyallahu anhuma telah memerintahkan jama'ah tersebut untuk berhenti dan membongkar segala perlengkapan dan memasang tenda dan berbagai keperluan lainnya. Ketika semua telah selesai, Usamah radhiyallahu anhuma memerintahkan untuk melanjutkan perjalanan. Semua sahabat radhiyallahu anhum tha'at. Mereka segera membongkar tenda mengumpulkan segala perbekalan dan sebagainya. Di tempat yang lain Usamah radhiyallahu anhuma memberikan perintah yang sama sehingga beberapa kali jama'ah tersebut membongkar memasang dan membongkar lagi perbekalan serta tenda mereka.
Alim ulama menerangkan bahwa walaupun pada zhahirnya terlihat seperti tidak teratur dan tidak terorganisir akan tetapi dengan ketha'atan kepada Amir dan bergeraknya mereka tersebut fii sabilillaah
maka Allah subhanahu wa ta’ala telah tanamkan kembali di dalam hati musuh Islam ketakutan terhadap ummat Islam. Tentara Romawi dan sekutunya menjumpai bekas-bekas perkemahan dan barang-barang perbekalan sahabat radhiyallahu anhum dapat menghitung berapa kekuatan pasukan Muslimin. Di tempat yang lain mereka menjumpai tanda-tanda bahwa di tempat itu juga sepasukan yang besar pernah berkemah. Sehingga akhirnya tentara musuh Islam tersebut berkesimpulan kalau dengan jumlah sahabat radhiyallahu anhum sedemikian besar yang berada di luar Madinah maka pasti jumlah yang lebih besar lagi ada di dalam Madinah. Dan mereka memutuskan untuk mundur karena mereka yakin mereka tidak akan menang menghadapi orang Islam. Begitu juga Musailamah al Kahzab dan pengikutnya beserta benteng di Yamamah yang telah didirikannya akhirnya dapat di hancurkan.

Perhatian :
Tiga perkara besar yang terjadi akibat usaha da'wah terhenti :
1.    Diangkatnya ketakutan dari hati orang kafir terhadap orang Islam
2. Banyak orang yang baru masuk Islam kembali murtad dan sebagian tidak mau lagi membayar zakat.
3.    Munculnya Nabi palsu, yaitu Musailamah al Kadzdzab.

Tiga perkara besar yang terjadi akibat usaha da'wah dijalankan :
1. Allah subhanahu wa ta’ala menanamkan ketakutan di dalam hati musuh Islam atau orang kafir
2. Orang-orang yang murtad kembali kepada Islam dan orang yang tidak mau bayar zakat akhirnya membayar zakat,
3.  Allah subhanahu wa ta’ala hancurkan nabi palsu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar