Pages

Rabu, 29 Agustus 2012

44. NERAKA DAN PENGHUNINYA

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Api neraka telah dinyalakan selama seribu tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga gelap bagaikan malam yang kelam."
Diriwayatkan bahawa Yazid bin Martsad selalu menangis sehingga tidak pernah kering air matanya dan ketika ditanya, maka dijawabnya: Andaikata Allah subhanahu wa ta’ala mengancam akan memenjarakan aku didalam kamar mandi selama seribu tahun niscaya sudah selayaknya air mataku tidak berhenti maka bagaimana sedangkan kini telah mengancam akan memasukkan aku dalam api neraka yang telah dinyalakan selama tiga ribu tahun."
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Mujahid berkata: "Sesungguhnya di neraka jahannam ada beberapa perigi berisi ular-ular sebesar leher unta dan kala sebesar keledai, maka larilah orang-orang ahli neraka keular itu, maka bila tersentuh oleh bibirnya langsung terkelupas rambut, kulit dan kukunya dan mereka tidak dapat selamat dari gigitan itu kecuali jika lari kedalam neraka."
Abdullah bin Zubair radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Bahwa didalam neraka ada ular-ular sebesar leher unta, jika menggigit maka rasa pedih bisanya tetap terasa hingga empat puluh tahun. Juga didalam neraka ada kalajengking sebesar keledai, jika menggigit maka akan terasa pedih bisanya selama empat puluh tahun."
Al-A'masy dari Yasid bin Wahab dari Ibn Mas'ud radhiyallahu ‘anhu berkata: "Sesungguhnya apimu ini sebagian dari tujuh puluh bagian dari api neraka, dan andaikan tidak didinginkan dalam laut dua kali niscaya kamu tidak dapat mempergunakannya."
Mujahid berkata: "Sesungguhnya apimu ini berlindung kepada Allah subhanahu wa ta’ala dari neraka jahannam." Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya seringan-ringan siksa ahli neraka yaitu seorang yang kakinya menginjak bara api neraka, dan dapat mendidihkan otaknya, seolah-olah ditelinganya ada api, dan giginya berapi dan dibibirnya ada uap api, dan keluar ususnya dari bawah kakinya, bahkan ia merasa bahwa dialah yang terberat siksanya dari semua ahli neraka, padahal ia sangat ringan siksanya dari semua ahli neraka."
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu berkata: "Orang-orang neraka memanggil Malaikat Malik tetapi tidak dijawab selama empat puluh tahun, kemudian dijawabnya: "Bahwa kamu tetap tinggal dalam neraka." Kemudian mereka berdoa (memanggil) Tuhan: "Ya Tuhan, keluarkanlah kami dari neraka ini, maka bila kami mengulangi perbuatan-perbuatan kami yang lalu itu berarti kami dzalim." Maka tidak dijawab selama umur dunia ini dua kali, kemudian dijawab: "Hina dinalah kamu didalam neraka dan jangan berkata-kata."
Demi Allah setelah itu tidak ada yang dapat berkata-kata walau satu kalimat, sedangkan yang terdengar hanya nafas keluhan dan tangis rintihan yang suara mereka hampir menyamai suara himar (keledai).
Qatadah berkata: "Hai kaumku, apakah kamu merasa bahwa itu pasti akan terkena pada dirimu, atau kamu merasa akan kuat menghadapinya. Hai kaumku, taatlah kepada Allah subhanahu wa ta’ala itu jauh lebih ringan bagi kamu karena itu, taatilah sebab ahli neraka itu kelak akan mengeluh selama seribu tahun tetapi tidak berguna bagi mereka, lalu mereka berkata: "Dahulu ketika kami didunia, bila kami sabar lambat laun mendapat keringanan dan kelapangan, maka mereka lalu bersabar seribu tahun, dan tetap siksa mereka tidak diringankan sehingga mereka berkata: Ajazi'naa am sobarnaa maalanaa min mahiish (Yang artinya) Apakah kami mengeluh atau sabar, tidak dapat menghindarkan siksa ini. Lalu minta hujan selama seribu tahun karena sangat haus dan panasnya  neraka, maka mereka berdoa selama seribu tahun, danAllah subhanahu wa ta’ala berkata kepada Jibril: "Apakah yang mereka minta?". Jawab Jibril: "Engkau lebih mengetahui, ya Allah, mereka minta hujan." Maka nampak pada mereka awan merah sehingga mereka mengira akan turun hujan, maka dikirim kepada mereka kalajengking sebesar keledai, yang menggigit mereka dan terasa pedih gigitan itu selama seribu tahun. Kemudian mereka minta kepada Allah subhanahu wa ta’ala selama seribu tahun untuk diturunkan hujan, maka nampak mereka awan yang hitam, mereka mengira bahwa itu akan hujan, tiba-tiba turun kepada mereka ular-ular sebesar leher unta, yang menggigit mereka dan gigitan itu terasa pedihnya hingga seribu tahun, dan inilah artinya: Zidnaahum adzaaba fauqal adzaabi. (Yang artinya) Kami tambahkan kepada mereka siksa diatas siksa.
Karena mereka dahulu telah kafir, tidak percaya dan melanggar tuntutan Allah subhanahu wa ta’ala, karena itulah maka siapa yang ingin selamat dari siksaan Allah subhanahu wa ta’ala harus sabar atas segala penderitaan dunia didalam mentaati perintah dan menjauhi larangan Allah subhanahu wa ta’ala dan menahan syahwat hawa nafsu sebab syurga neraka diliputi syahwat-syahwat.
Seorang pujangga berkata: "Dalam usia tua itu sudah banyak pengalaman, untuk mencegah orang dari sifat kekanak-kanakan, apabila telah menyala api dirambutnya (beruban). Jauhilah kawan yang busuk dan berhati-hatilah, jangan berkawan dengannya tetapi bila tidak dapat, maka bergaullah sekedarnya dan berhati-hati, dan berkawanlah dengan orang yang jujur tetapi jangan suka berdebat dengannya, engkau pasti akan disukai selama kau tidak banyak berdebat dengannya. Berkawanlah dengan orang bangsawan dan yang berakhlak baik budinya."
Barangsiapa yang berbuat baik pada orang yang tidak berbudi berarti ia telah membuang budi itu kedalam laut. Dan Allah subhanahu wa ta’ala mempunyai syurga yang selebar langit tetapi diputi dengan kesukaran-kesukaran.
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: "Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Allah memanggil Malaikat Jibril dan menyuruhnya melihat syurga dengan segala persiapannya untuk ahlinya, maka ketika kembali berkata Jibril: Demi kemuliaanMu, tiada seorang yang mendengarnya melainkan ia akan menginginkan masuk kedalamnya, kemudian syurga diliputi dengan serba kesukaran, dan menyuruh Jibril kembali melihatnya, maka kembali melihatnya, kemudian ia berkata: Demi kemuliaanMu saya kuatir kalau-kalau tiada seorangpun yang bias masuk kedalamnya. Kemudian Jibril disuruh melihat neraka dan semua yang disediakan untuk ahlinya, maka kembali Jibril dan berkata: Demi kemuliaanMu tidak ada seorangpun yang mendengarnya melainkan ia enggan (menolak)untuk masuk kedalamnya, kemudian neraka diliputi dengan kepuasan syahwatnya, dan Jibril diperintah supaya kembali melihatnya kemudian setelah dilihatnya kembali, berkatanya: Saya kuatir kalau tiada seorangpun melainkan akan masuk kedalamnya."
Juga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Kamu boleh menyebut tentang neraka sesukamu, maka tiada kamu menyebut sesuatu melainkan api neraka itu jauh lebih ngeri dan lebih keras daripadanya."
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Maimun bin Nahran berkata: "Ketika turun ayat (yang berbunyi) Wa innaa jahannama lamau'iduhum ajma'iin (yang artinya) Sesungguhnya neraka jahannam itu sebagai ancaman bagi semua mereka. ” Salman meletakkan tangan diatas kepalanya dan lari keluar kemudian baru dijumpainya setelah tiga hari.
Yazid Ar Raqqasyi dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: "Jibril datang kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pada saat yang tiada biasa datang, dalam keadaan yang berubah mukanya, maka ditanya oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam: "Mengapa aku melihat kau berubah muka?" Jawab Jibril: "Ya Muhammad, aku datang kepadamu pada saat dimana Allah menyuruh supaya dikobarkan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahwa neraka jahannam itu benar, siksa kubur itu benar, siksa Allah itu sangat keras, untuk bersenang-senang sebelum ia merasa aman daripadanya." Lalu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Ya Jibril, jelaskan kepadaku sifat jahannam." Jawabnya: "Ya, ketika Allah menjadikan jahannam maka dinyalakan selama seribu tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun hingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka nerka itu hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yang mengutuskan engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya karena panasnya. Demi Allah yang mengutuskan engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung diantara langit dan bumi niscaya akan mati penduduk bumi karena panas dan baranya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut Allah dalam Al-Quran itu diletakkan diatas bukit niscaya akan cair sampai kebawah bumi yang ketujuh. Demi Allah yang mengutusmu dengan hak, andaikan seorang diujung barat tersiksa niscaya akan terbakar orang-orang yang diujung timur karena sangat panasnya, jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi dan minumannya air panas campur nanah dan pakaiannya potongan api. Api neraka itu mempunyai tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bagian yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan."
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: "Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah-rumah kami?" Jawabnya: "Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya dibawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan tujuh puluh ribu tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain tujuh puluh ribu tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain tujuh puluh kali ganda, maka digiring kesana musuh-musuh Allah subhanahu wa ta’ala sehingga bila telah sampai kepintunya disambut oleh malaikat-malaikat Zabaniyah dengan rantai dan belenggu, maka rantai itu dimasukkan kedalam mulut mereka hingga tembus kepantat, dan diikat tangan kirinya kelehernya, sedang tangan kanannya dimasukkan dalam dada dan tembus kebahunya, dan tiap-tiap manusia itu digandeng dengan syaitannya lalu diseret tersungkur mukanya sambil dipukul oleh para malaikat dengan pukul besi, tiap mereka ingin keluar karena sangat risau, maka ditanamkan kedalamnya."
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya lagi: "Siapakah penduduk masing-masing pintu itu?" Jawabnya: "Pintu yang terbawah untuk orang-orang munafiq, orang-orang yang kafir setelah diturunkan hidangan mujizat Nabi Isa alaihis salam serta keluarga Firaun sedang namanya Al Hawiyah. Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim, pintu ketiga tempat orang-orang shobi'in bernama Saqar. Pintu keempat tempat iblis laknatullah dan pengikutnya dari kaum Majusi bernama Ladha, pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah. Pintu keenam tempat orang-orang kristien (Nasara) bernama Sa'ir."
Kemudian Jibril diam segan pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sehingga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: "Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ketujuh?" Jawab Jibril: "Didalamnya orang-orang yang berdosa besar dari ummatmu yang sampai mati belum sempat bertaubat." Maka Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam jatuh pingsan ketika mendengar keterangan Jibril itu, sehingga Jibril meletakkan kepala Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dipangkuan Jibril sehingga sedar kembali, dan ketika sudah sadar Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Ya Jibril, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummatku yang akan masuk neraka?" Jawab Jibril: "Ya, yaitu orang yang berdosa besar dari ummatmu."
Kemudian Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menangis, Jibril juga menangis, kemudian Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam masuk kedalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk shalat kemudian masuk kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila shalat selalu menangis dan minta kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dan pada hari ketiga datang Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu kerumah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan: "Assalamu'alaikum yang ahla baiti rahmah. apakah dapat bertemu kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam?" Maka tidak ada yang menjawabnya, sehingga ia menepi untuk menangis, kemudian Umar radhiyallahu ‘anhu datang dan berkata: "Assalamu'alaikum ya ahla baiti rahmah, apakah dapat bertemu dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?" Dan ketika tidak mendapat jawapan dia pun menepi dan menangis, kemudian datang Salman Alfarisi dan berdiri dimuka pintu sambil mengucapkan: "Assalamu'alaikum ya ahla baiti rahmah, apakah dapat bertemu dengan Junjunganku Rasulullah s.a.w.?" Dan ketika tidak mendapat jawapan, dia menangis sehingga jatuh dan bangun, sehingga sampai kerumah Fatimah radhiyallahu ‘anha dan dimuka pintunya ia mengucapkan: "Assalamu'alaikum hai puteri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam." Kebetulan pada masa itu Ali radhiyallahu ‘anhu tiada dirumah, lalu bertanya: "Hai puteri Rasulullah, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, telah beberapa hari tidak keluar kecuali untuk shalat dan tidak berkata apa-apa kepada orang dan juga tidak mengizinkan orang-orang bertemu dengannya." Maka segeralah Fatimah memakai baju yang panjang dan pergi sehingga apabila beliau sampai kedepan muka pintu rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan memberi salam sambil berkata: "Saya Fatimah, ya Rasulullah." Sedang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersujud sambil menangis, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat kepalanya dan bertanya: "Mengapakah kesayanganku?" Apabila pintu dibuka maka masuklah Fatimah kedalam rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan ketika melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menangislah ia karena melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pucat dan sembam muka karena banyak menangis dan sangat sedih, lalu ia bertanya: "Ya Rasulullah, apakah yang menimpamu?" Jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: "Jibril datang kepadaku dan menerangkan sifat-sifat neraka jahannam dan menerangkankan bahwa bagian yang paling atas dari semua tingkat neraka jahannam itu adalah untuk umatku yang berbuat dosa-dosa besar, maka itulah yang menyebabkan aku menangis dan berduka cita." Fatimah bertanya lagi: "Ya Rasulullah, bagaimana caranya masuk?" Jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: "Digiring oleh Malaikat ke neraka, tanpa dihitamkan muka mereka, tidak biru mata mereka, dan tidak ditutup mulut mereka, dan tidak digandengkan dengan syaitan, bahkan tidak dibelenggu atau dirantai." Ditanya Fatimah lagi: "Lalu bagaimana cara Malaikat menuntun mereka?" Jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: "Adapun kaum lelaki ditarik janggutnya sedangkan yang perempuan ditarik rambutnya, maka beberapa banyak dari orang-orang tua dari ummatku yang mengeluh ketika diseret ke neraka: Alangkah tua dan lemahku, demikian juga yang muda mengeluh: Wahai kemudaanku dan bagus rupaku, sedang wanita mengeluh: Wahai alangkah maluku sehingga dibawa Malaikat Malik., dan ketika telah dilihat oleh Malaikat Malik lalu bertanya: "Siapakah mereka itu, maka tidak pernah saya dapatkan orang yang akan tersiksa seperti orang-orang ini, muka mereka tidak hitam, matanya tidak biru, mulut mereka juga tidak tertutup dan tidak juga diikat bersama syaitannya, dan tidak dibelenggu atau dirantai leher mereka? Jawab Malaikat: "Demikianlah kami diperintahkan membawa orang-orang ini kepadamu sedemikian rupa." Lalu ditanya oleh Malaikat Malik: "Siapakah wahai orang-orang yang celaka?"
Dalam lain riwayat dikatakan ketika mereka diiring oleh Malaikat Malik selalu memanggil: "Ya Muhammad." tetapi setelah melihat muka Malaikat Malik lupa akan nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam karena hebatnya Malaikat Malik, lalu ditanya: "Siapakah kamu?" Jawab mereka: "Kami ummat yang dituruni Al-Quran dan kami telah puasa bulan Ramadhan." Lalu Malaikat Malik berkata: "Al-Quran tidak diturunkan kecuali kepada ummat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam." Maka ketika itu mereka menjerit: "Kami ummat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam " Maka Malaikat Malik bertanya: "Tidakkah telah ada larangan dalam Al-Quran dari ma'siyat terhadap Allah subhanahu wa ta'ala." Dan ketika berada ditepi neraka jahannam dan diserahkan kepada Malaikat Zabaniyah, mereka berkata: "Ya Malik, diizinkan saya untuk menangis." Maka diizinkan, lalu mereka menangis sampai habis airmatanya, kemudian menangis lagi dengan airmata darah, sehingga Malaikat Malik berkata: "Alangkah baiknya menangis ini andaikata terjadi didunia karena takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala, niscaya kamu tidak akan disentuh oleh api neraka pada hari ini,” lalu Malaikat Malik berkata kepada Malaikat Zabaniyah: "Lemparkan mereka kedalam neraka." dan bila telah dilempar mereka serentak menjerit: "La ilaha illallah." maka surutlah api neraka, Malaikat Malik berkata: "Hai api, sambarlah mereka." Jawab api: "Bagaimana aku menyambar mereka, padahal mereka menyebut La ilaha illallah." Malaikat Malik berkata: "Demikianlah perintah Tuhan Rabbul arsy." maka ditangkaplah mereka oleh api, ada yang hanya sampai tapak kaki, ada yang sampai kelutut, ada yang sampai kemuka. Malaikat Malik berkata: "jangan membakar muka mereka karena mereka telah lama sujud kepada Allah subhanahu wa ta’ala, juga jangan membakar hati mereka karena mereka telah haus pada bulan Ramadhan." Maka tinggal dalam neraka beberapa lama sambil menyebut: "Ya Arhamar Rahimin, Ya Hannan, Ya Mannan." Kemudian bila telah selesai hukuman mereka, maka Allah subhanahu wa ta’ala memanggil Jibril dan bertanya: "Ya Jibril, bagaimanakah keadaan orang-orang yang maksiat dari ummat Nabi Muhammad?" Jawab Jibril: "Ya Tuhan, Engkau lebih mengetahui." Lalu diperintahkan: "Pergilah kau lihatkan keadaan mereka." Maka pergilah Jibril ‘alaihis salam kepada Malaikat Malik yang sedang duduk diatas mimbar ditengah-tengah jahannam. Ketika Malaikat Malik melihat Jibril segera ia bangun hormat dan berkata: "Ya Jibril, mengapakah kau datang kesini?" Jawab Jibril: "Bagaimanakah keadaan rombongan yang maksit dari ummat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?" Jawab Malaikat Malik: "Sungguh ngeri keadaan mereka dan sempit tempat mereka, mereka telah terbakar badan dan daging mereka kecuali muka dan hati mereka masih berkilauan iman." Jibril berkata: "Bukalah tutup mereka supaya saya dapat melihat mereka." Maka Malaikat Malik menyuruh Malaikat Zabaniyah membuka tutup mereka dan ketika mereka melihat Jibril mereka mengerti bahwa ini bukan Malaikat yang menyiksa manusia, lalu mereka bertanya: "Siapakah hamba yang sangat bagus rupanya itu?" Jawab Malaikat Malik: "Itu Jibril yang biasa membawa wahyu kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam." Ketika mereka mendengar nama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam maka serentaklah mereka menjerit: "Ya Jibril, sampaikan salam kami kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan beritakan bahwa maksiat kamilah yang memisahkan kami dengannya serta sampaikan keadaan kami kepadanya." Maka kembalilah Jibril menghadap kepada Allah subhanahu wa ta’ala lalu ditanya: "Bagaimana kamu melihat ummat Muhammad?" Jawab Jilril: "Ya Tuhan, alangkah jeleknya keadaan mereka dan sempit tempat mereka." Lalu Allah subhanahu wa ta’ala bertanya lagi: "Apakah mereka minta apa-apa kepadamu?" Jawab Jibril: "Ya, mereka minta disampaikan salam mereka kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan diberitakan kepadanya keadaan mereka." Maka Allah subhanahu wa ta’ala menyuruh Jibril menyampaikan semua pesanan itu kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang tinggal dalam kemah dari permata yang putih, mempunyai empat ribu buah pintu dan tiap-tiap pintu terdapat dua daun pintu dari emas, maka berkata Jibril: Ya Muhammad, saya datang kepadamu dari rombongan orang-orang yang durhaka dari ummatmu yang masih tersiksa dalam neraka, mereka menyampaikan salam kepadamu dan mengeluh bahwa keadaan mereka sangat jelek dan sangat sempit tempat mereka." Maka pergilah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam kebawah arsy dan bersujud dan memuji Allah subhanahu wa ta’ala dengan ucapan yang tidak pernah diucapkan oleh seorang makhlukpun sehingga Allah subhanahu wa ta’ala menyuruh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam: "Angkatlah kepalamu dan mintalah nescaya akan diberikan, dan ajukan syafa'atmu pasti akan diterima." Maka Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: "Ya Tuhan, orang-orang yang durhaka dari ummatku telah terlaksana pada mereka hukumMu dan balasanMu, maka terimalah syafa'atku." Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: "Aku terima syafa'atmu terhadap mereka, maka pergilah ke neraka dan keluarkan daripadanya orang yang pernah mengucap Laa ilaha illallah." Maka pergilah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ke neraka dan ketika dilihat oleh Malaikat Malik, maka segera ia bangkit hormat lalu ditanya: "Hai Malik, bagaimanakah keadaan ummatku yang durhaka?" Jawab Malaikat Malik: "Alangkah jeleknya keadaan mereka dan sempit tempat mereka." Maka diperintahkan membuka pintu dan angkat tutupnya, maka apabila orang-orang didalam neraka itu melihat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam maka mereka menjerit serentak: "Ya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, api neraka telah membakar kulit kami." Maka dikeluarkan semuanya berupa arang, lalu dibawa mereka kesungai dimuka pintu syurga yang bernama Nahrulhayawan, dan disana mereka mandi kemudian keluar sebagai orang muda yang gagah, elok, cerah matanya sedangkan wajah mereka bagaikan bulan dan tertulis didahi mereka Aljahanamiyun atau orang-orang jahannam yang telah dibebaskan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Dari neraka kemudiannya mereka masuk ke syurga, maka apabila orang-orang neraka itu melihat kaum muslimin telah dilepaskan dari neraka, mereka berkata: "Aduh, sekiranya kami dahulu Islam tentu kami dapat keluar dari neraka."
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: "Rubamaa yawaddul ladziina kafaruu lau kaanu muslimiin." (Yang artinya) "Pada suatu saat kelak orang-orang kafir ingin andaikan mereka menjadi orang Muslim."
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Pada hari kiamat kelak akan didatangkan maut itu berupa kambing kibas putih hitam, lalu dipanggil orang-orang syurga dan ditanya: "Apakah kenal manut?" Maka mereka melihat dan mengenalnya, demikian pula ahli neraka ditanya: "Apakah kenal maut?" Mereka melihat dan mengenalnya, kemudian kambing itu disembelih diantara syurga dan neraka, lalu diberitahu: "Hai ahli syurga kini kekal tanpa mati, hai ahli neraka kini kekal tanpa mati." Demikianlah ayat: Wa andzirhum yaumal hasrati idz qudhiyal amru (Yang artinya) Peringatkanlah mereka akan hari penyesalan ketika maut telah dihapuskan."
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: "Janganlah gembira seorang yang lacur dengan suatu nikmat karena dibelakangnya ada yang mengejarnya yaitu neraka jahannam, tiap-tiap berkurang ditambah pula nyalanya."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar